Kota Agung, Akbar News – Tidak semua anak memiliki kesempatan menyelesaikan pendidikan di bangku SMA. Ada yang harus berhenti sekolah karena keterbatasan ekonomi, membantu orang tua mencari nafkah, atau terkendala jarak dan kondisi keluarga. Namun, harapan untuk kembali mengenyam pendidikan kini kembali terbuka.
Melalui Program SMA Terbuka Tahun Ajaran 2026/2027, SMAN 1 Kota Agung menghadirkan kesempatan kedua bagi anak-anak yang sempat kehilangan akses pendidikan. Program ini menjadi wujud nyata komitmen sekolah dalam mendukung pemerataan pendidikan sekaligus menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Tanggamus.
Bagi Kepala SMAN 1 Kota Agung, Ratna Uli, S.Pd., M.Pd., pendidikan bukan sekadar proses belajar di ruang kelas, melainkan hak setiap anak yang harus diperjuangkan.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak usia sekolah yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan. SMA Terbuka hadir dengan sistem belajar yang fleksibel, tanpa dipungut biaya pendidikan, serta lulusannya memperoleh ijazah yang setara dengan SMA reguler,” tutur Ratna Uli.
Berbeda dengan sekolah reguler, SMA Terbuka memberikan ruang belajar yang lebih fleksibel. Sistem ini memungkinkan peserta didik tetap dapat melanjutkan pendidikan meski memiliki keterbatasan waktu karena bekerja, membantu orang tua, atau menghadapi kendala lainnya.
Meski demikian, kualitas pembelajaran tetap mengacu pada standar pendidikan nasional, dan ijazah yang diperoleh memiliki legalitas yang sama dengan lulusan SMA reguler.
Program ini menyasar Anak Tidak Sekolah (ATS), Anak Putus Sekolah (APS), serta lulusan SMP/MTs/Paket B yang belum sempat melanjutkan pendidikan, dengan batas usia maksimal 21 tahun. Seluruh proses pendaftaran dilaksanakan secara transparan dan tanpa pungutan biaya.
Pendaftaran dibuka mulai 20 Juli hingga 13 Agustus 2026 di Sekretariat Pendaftaran SMAN 1 Kota Agung, Jalan Bhayangkara Nomor 77, Kota Agung, Kabupaten Tanggamus.
Lebih dari sekadar membuka penerimaan peserta didik baru, kehadiran SMA Terbuka merupakan bagian dari upaya SMAN 1 Kota Agung untuk menghadirkan pendidikan yang inklusif. Program ini berjalan seiring dengan penguatan tata kelola sekolah, optimalisasi Program Indonesia Pintar (PIP), serta implementasi Kurikulum Merdeka.
Di balik setiap formulir pendaftaran yang masuk, tersimpan kisah dan harapan baru. Harapan anak-anak yang sempat tertunda mimpinya untuk mengenakan seragam sekolah kembali, menyelesaikan pendidikan menengah, hingga membuka jalan menuju bangku perguruan tinggi atau dunia kerja.
Bagi SMAN 1 Kota Agung, setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar. Sebab, ketika pintu pendidikan kembali dibuka, yang tumbuh bukan hanya ilmu pengetahuan, tetapi juga harapan akan masa depan yang lebih baik bagi generasi muda Tanggamus. (Sap)












