BeritaLampung

SMKN 8 Bandar Lampung Gelar Apel Tematik Cegah Kekerasan dan Bullying

7
×

SMKN 8 Bandar Lampung Gelar Apel Tematik Cegah Kekerasan dan Bullying

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung — SMK Negeri 8 Bandar Lampung menggelar Apel Tematik Pencegahan Kekerasan dan Perundungan (Bullying) pada Jumat, 4 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.

Apel tematik diikuti oleh peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan SMKN 8 Bandar Lampung. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran seluruh warga sekolah mengenai pentingnya menciptakan budaya saling menghormati dan menjaga keamanan psikologis maupun sosial di lingkungan pendidikan.

Bertindak sebagai pembina apel, Dian Novita Dewi, M.Pd., selaku Plt. Kepala SMKN 8 Bandar Lampung, menyampaikan pesan mengenai pentingnya komitmen bersama dalam mencegah kekerasan dan bullying di sekolah.

Dalam amanatnya, Dian menekankan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang memberikan rasa aman kepada setiap peserta didik untuk belajar, berinteraksi, mengembangkan potensi, serta meraih cita-cita.

Menurutnya, tidak boleh ada tindakan yang membuat seseorang merasa takut, tertekan, direndahkan, ataupun dikucilkan. Pencegahan tersebut tidak hanya berlaku terhadap tindakan secara langsung, tetapi juga terhadap perilaku yang dilakukan melalui media digital.

Bangun Budaya Sekolah yang Aman
Pelaksanaan apel tematik ini menunjukkan bahwa pencegahan kekerasan dan perundungan membutuhkan keterlibatan seluruh warga sekolah. Guru dan tenaga kependidikan memiliki peran penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, sementara peserta didik juga diharapkan mampu membangun hubungan yang positif dengan sesama.

Pesan pencegahan bullying juga menjadi semakin relevan di tengah perkembangan komunikasi digital. Perundungan dapat terjadi bukan hanya dalam interaksi tatap muka, tetapi juga melalui berbagai bentuk komunikasi di ruang digital.

Karena itu, kesadaran untuk menghargai perbedaan, menjaga tutur kata, tidak melakukan intimidasi, serta berani mencegah tindakan perundungan perlu ditanamkan secara berkelanjutan.

Dian Novita Dewi menegaskan bahwa menciptakan sekolah yang aman bukan merupakan tanggung jawab satu pihak saja. Diperlukan komitmen bersama antara peserta didik, guru, tenaga kependidikan, dan seluruh unsur sekolah.

Melalui apel tematik tersebut, SMKN 8 Bandar Lampung kembali menegaskan komitmennya untuk membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, inklusif, penuh kepedulian, dan ramah bagi seluruh peserta didik.
Semangat tersebut dirangkum dalam pesan yang disampaikan kepada seluruh warga sekolah:

#STOP KEKERASAN!
#STOP BULLYING!
#BERSAMA WUJUDKAN SMKN 8 BANDAR LAMPUNG YANG AMAN, NYAMAN, DAN RAMAH ANAK.

_(Ist)_

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *