KOTA METRO, Akbar News – Harapan baru kembali hadir bagi anak-anak yang sempat terhenti mengenyam pendidikan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung resmi membuka Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) dan SMA Terbuka Tahun Ajaran 2026/2027 secara gratis, sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi Anak Putus Sekolah (APS) dan Anak Tidak Sekolah (ATS).
Sebagai tindak lanjut program tersebut, SMAN 5 Metro ditunjuk menjadi salah satu sekolah penyelenggara SMA Terbuka di Provinsi Lampung. Kehadiran program ini diharapkan mampu menjadi jembatan bagi masyarakat yang sebelumnya terpaksa menghentikan pendidikan akibat berbagai kendala, seperti keterbatasan ekonomi, tuntutan pekerjaan, kondisi keluarga, maupun faktor geografis.
Kepala SMAN 5 Metro, Tri Nurul Fajarotun, S.Kom., M.T.I., menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang wajib dijamin tanpa adanya diskriminasi.
“Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak usia sekolah yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan. SMA Terbuka hadir dengan sistem belajar yang fleksibel, tanpa dipungut biaya pendidikan, dan lulusannya memperoleh ijazah yang memiliki legalitas serta kesetaraan dengan SMA reguler,” ujarnya.
Berbeda dengan sekolah reguler, SMA Terbuka menerapkan pola pembelajaran yang lebih fleksibel. Peserta didik dapat mengatur waktu belajar sehingga tetap memungkinkan untuk bekerja, membantu orang tua, maupun menjalankan aktivitas lainnya tanpa harus meninggalkan pendidikan.
Meski demikian, kualitas pembelajaran tetap mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. Dengan demikian, lulusan SMA Terbuka memperoleh ijazah yang sah dan memiliki kedudukan yang sama dengan lulusan SMA reguler, sehingga dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi maupun memasuki dunia kerja.
Program ini diperuntukkan bagi Anak Putus Sekolah (APS), Anak Tidak Sekolah (ATS), serta lulusan SMP/MTs atau Paket B yang belum melanjutkan pendidikan, dengan batas usia maksimal 21 tahun.
Seluruh proses pendaftaran dilaksanakan secara gratis, transparan, dan tanpa pungutan biaya. Pendaftaran dibuka mulai 20 Juli hingga 13 Agustus 2026 di Sekretariat Pendaftaran SMAN 5 Metro.
SMAN 5 Metro Masuk Daftar Penyelenggara SMA Terbuka
Berdasarkan penetapan Disdikbud Provinsi Lampung, terdapat 17 SMA Negeri yang dipercaya menjadi penyelenggara SMA Terbuka di berbagai kabupaten/kota, yaitu:
SMAN 6 Bandar Lampung dan SMAN 7 Bandar Lampung (Kota Bandar Lampung);
SMAN 1 Kalianda dan SMAN 1 Jati Agung (Lampung Selatan);
SMAN 1 Terusan Nunyai dan SMAN 1 Kalirejo (Lampung Tengah);
SMAN 1 Batanghari dan SMAN 1 Way Jepara (Lampung Timur);
SMAN 2 Pringsewu (Pringsewu);
SMAN 5 Metro (Kota Metro);
SMAN 1 Banjar (Tulang Bawang);
SMAN 1 Kota Agung (Tanggamus);
SMAN 1 Kotabumi (Lampung Utara);
SMAN 1 Baradatu (Way Kanan);
SMAN 1 Liwa (Lampung Barat);
SMAN 1 Tulang Bawang Tengah (Tulang Bawang Barat);
SMAN 1 Pesisir Tengah (Pesisir Barat); dan
SMAN 1 Tanjung Raya (Mesuji).
Penunjukan sekolah-sekolah tersebut menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperluas layanan pendidikan menengah sekaligus menekan angka anak putus sekolah di berbagai daerah.
Program SMA Terbuka tidak sekadar membuka jalur penerimaan peserta didik baru, tetapi juga menjadi wujud nyata komitmen pemerintah menghadirkan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkeadilan. Program ini sejalan dengan penguatan tata kelola pendidikan, optimalisasi Program Indonesia Pintar (PIP), serta implementasi Kurikulum Merdeka yang menempatkan peserta didik sebagai pusat pembelajaran.
Di balik setiap formulir pendaftaran yang diterima, tersimpan harapan baru bagi anak-anak yang pernah kehilangan kesempatan belajar. Kesempatan untuk kembali mengenakan seragam sekolah, menyelesaikan pendidikan menengah, meraih ijazah, hingga membuka jalan menuju perguruan tinggi, dunia kerja, maupun masa depan yang lebih baik.
Bagi keluarga besar SMAN 5 Metro, setiap anak berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan. Sebab, ketika pintu sekolah kembali dibuka, yang tumbuh bukan hanya pengetahuan, tetapi juga optimisme, kepercayaan diri, dan harapan akan masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda Kota Metro dan Provinsi Lampung secara keseluruhan. (Sap)












