BeritaLampung

Dinkes Bandar Lampung Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Masyarakat Diminta Jaga Kebersihan Lingkungan

6
×

Dinkes Bandar Lampung Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Masyarakat Diminta Jaga Kebersihan Lingkungan

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung, Akbar News — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Hantavirus dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Imbauan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, S.T., M.Si., menyusul meningkatnya perhatian publik terhadap penyebaran virus yang ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus dan celurut. Hingga saat ini, Dinkes memastikan belum ditemukan kasus Hantavirus di wilayah Kota Bandar Lampung.

Muhtadi Arsyad Temenggung mengatakan pihaknya telah menerbitkan surat edaran kewaspadaan kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk rumah sakit dan puskesmas, guna memperkuat pemantauan serta edukasi kepada masyarakat terkait bahaya Hantavirus.

“Sebagai langkah antisipasi, kami terus melakukan pemantauan melalui puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya. Sampai saat ini belum ada laporan kasus Hantavirus di Kota Bandar Lampung, namun masyarakat tetap harus waspada,” ujar Muhtadi.

Menurutnya, Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular melalui kontak langsung dengan tikus, kotoran, urine, maupun debu yang telah terkontaminasi virus. Risiko penularan lebih tinggi terjadi di lingkungan yang kurang bersih dan memiliki populasi tikus tinggi seperti gudang, rumah kosong, pasar, hingga area perkebunan.

Dinkes Kota Bandar Lampung juga mengedukasi masyarakat mengenai gejala Hantavirus yang umumnya muncul dalam rentang satu hingga delapan minggu setelah terpapar. Gejala tersebut meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, batuk, sesak napas, mual, muntah, hingga gangguan pernapasan berat.

Muhtadi mengimbau warga agar rutin membersihkan lingkungan rumah, menyimpan makanan di tempat tertutup, menggunakan sarung tangan saat membersihkan area yang diduga terkontaminasi kotoran tikus, serta melakukan pengendalian hama secara berkala.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga sanitasi lingkungan dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mencurigakan,” tambahnya.

Selain itu, Dinkes Kota Bandar Lampung terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan instansi terkait guna memperkuat sistem kewaspadaan dini terhadap potensi penyakit menular.

Pemerintah berharap kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dapat menjadi langkah utama mencegah penyebaran penyakit berbasis lingkungan tersebut. *(Ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *