BeritaInternasionalLampung

Dinkes Bandar Lampung Imbau Jamaah Haji dan Umrah Waspadai MERS-CoV dan Meningitis Meningokokus

12
×

Dinkes Bandar Lampung Imbau Jamaah Haji dan Umrah Waspadai MERS-CoV dan Meningitis Meningokokus

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung, Akbar News – Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung mengimbau seluruh masyarakat, khususnya calon jamaah haji dan umrah, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) dan Meningitis Meningokokus saat melakukan perjalanan ke Arab Saudi maupun negara-negara di kawasan Timur Tengah.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah, mengingat kedua penyakit tersebut masih menjadi perhatian dunia kesehatan karena berpotensi menular dan menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan cepat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Temenggung, S.T., M.Si., mengatakan bahwa jamaah haji dan umrah dari Kota Bandar Lampung merupakan salah satu kelompok yang perlu mendapatkan edukasi kesehatan sebelum keberangkatan.

“Kami mengimbau seluruh calon jamaah haji maupun umrah agar mempersiapkan kondisi kesehatan dengan baik, melengkapi vaksinasi yang diwajibkan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala penyakit, baik sebelum maupun setelah kembali ke Indonesia,” ujar Muhtadi Arsyad Temenggung, S.T., M.Si.

Menurutnya, MERS-CoV merupakan penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus corona.

Penyakit ini dapat ditularkan melalui percikan droplet dari penderita, kontak erat dengan orang yang terinfeksi, maupun melalui kontak dengan hewan pembawa virus, khususnya unta.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi, batuk, sesak napas, gangguan saluran pencernaan seperti diare, mual dan muntah. Pada kondisi berat, penyakit ini dapat berkembang menjadi pneumonia hingga gagal napas.

Selain MERS-CoV, jamaah juga diminta mewaspadai Meningitis Meningokokus, yaitu infeksi bakteri yang menyerang selaput otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini dapat menular melalui percikan ludah saat batuk, bersin, berbicara, maupun kontak erat dengan penderita.

Gejala meningitis meliputi demam tinggi mendadak, sakit kepala hebat, leher kaku, mual, muntah, sensitif terhadap cahaya, hingga muncul ruam pada kondisi tertentu. Penanganan medis secara cepat sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi yang membahayakan jiwa.

Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung mengingatkan beberapa langkah pencegahan yang harus dilakukan masyarakat, di antaranya:

• Melaksanakan vaksinasi Meningitis Meningokokus minimal dua minggu sebelum keberangkatan.

• Rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir atau hand sanitizer berbasis alkohol.

• Menggunakan masker saat berada di tempat ramai atau ketika mengalami gejala batuk dan pilek.

• Menutup mulut dan hidung saat batuk maupun bersin.

• Menghindari kontak langsung dengan hewan, khususnya unta, serta tidak mengonsumsi produk hewani yang belum dimasak hingga matang.

Segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami demam tinggi, gangguan pernapasan, atau leher kaku selama berada di Arab Saudi maupun dalam waktu 14 hari setelah kembali ke Indonesia.

Muhtadi Arsyad Temenggung menegaskan bahwa edukasi kesehatan merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah agar seluruh jamaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.
“Pencegahan adalah langkah terbaik.

Kami berharap seluruh jamaah mematuhi seluruh anjuran kesehatan, menjaga kebersihan diri, dan tidak mengabaikan gejala yang muncul. Dengan kesiapan yang baik, risiko penularan penyakit dapat diminimalkan,” tutup Muhtadi Arsyad Temenggung, S.T., M.Si. *(Sap/ist)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *