Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

BOS Rp 1,4 Miliar di SMAN 1 Seputih Raman Jadi Sorotan, Picu Desakan Audit Investigatif

15
×

BOS Rp 1,4 Miliar di SMAN 1 Seputih Raman Jadi Sorotan, Picu Desakan Audit Investigatif

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Lampung Tengah, akbar.news — Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2025 di SMAN 1 Seputih Raman, Kabupaten Lampung Tengah, menjadi sorotan publik setelah analisis data anggaran menunjukkan konsentrasi dana yang sangat besar pada sejumlah pos rawan audit. Dengan total dana BOS setahun mencapai sekitar Rp 1,4 miliar, publik dan pemerhati pendidikan menilai terdapat indikasi ketidakwajaran dalam prioritas belanja, sehingga memicu desakan agar dilakukan audit investigatif menyeluruh.

Menurut keterangan Narasumber, berdasarkan analisis teknis terhadap rincian anggaran Tahap 1 dan Tahap 2, sejumlah pos seperti pemeliharaan sarana dan prasarana, pembayaran honor, asesmen/evaluasi pembelajaran, pengembangan perpustakaan, serta administrasi sekolah menyerap porsi anggaran sangat besar.

Example 300x600

Pola ini, lanjut Narasumber yang namanya disamarkan kepada redaksi akbar.news merincikan, secara audit dikenal sebagai high risk concentration, karena dana terkonsentrasi pada pos yang rawan mark-up, belanja fiktif, atau sulit diverifikasi secara fisik.

“Total Dana BOS SMAN 1 Seputih Raman dalam Setahun: ± Rp 1,4 Milyar (877 Siswa penerima), dengan masing-masing pos anggaran yang dinilai rawan celah korupsi Yakni; •Pemeliharaan Sarpras: Estimasi setahun ± Rp 770 juta, |• Pembayaran Honor: Estimasi setahun ± Rp 385 juta, |• Asesmen/Evaluasi: Estimasi setahun ± Rp 367 juta, |• Pengembangan Perpustakaan: Estimasi setahun ± Rp 337 juta,|• Administrasi Sekolah: Estimasi setahun ± Rp 256 juta,” bener Narasumber.

“Lebih dari separuh dana terindikasi terserap ke pos pemeliharaan, Pos honor dan asesmen bernilai ratusan juta rupiah. Dana untuk kegiatan yang langsung menyentuh siswa (ekstrakurikuler) relatif sangat kecil (± 3–4%). Banyak pos bersifat non-fisik atau rawan mark-up,” jelas Narasumber.

“Dengan total Dana BOS sekitar Rp 1,4 miliar, pola belanja yang terkonsentrasi pada pos pemeliharaan, honor, dan administrasi merupakan red flag audit serius. Ini bukan vonis, tetapi indikasi kuat yang menurut standar pengawasan publik wajib ditindaklanjuti dengan audit investigatif,” paparnya.

“Ketimpangan alokasi dana BOS, dominasi pos rawan audit, minimnya porsi langsung untuk siswa, desakan publik terhadap Inspektorat & BPK. Sejumlah pihak kini mendesak Inspektorat, Dinas Pendidikan, dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk segera melakukan audit investigatif guna memastikan tidak terjadi penyimpangan dalam pengelolaan BOS di SMAN 1 Seputih Raman kabupaten Lampung Tengah itu,” tuturnya.

Berikut ini rincian jumlah penggunaan BOS yang direalisasikan / disalurkan ke SMAN 1 Seputih Raman tahap 1 dan 2 Tahun 2025, dan diurutkan berdasarkan tingkat rawan celah korupsi:

1. Pemeliharaan Sarpras ± Rp 770.000.000,-

2. Pembayaran Honor ± Rp 385.000.000,-

3. Asesmen/Evaluasi ± Rp 367.000.000,-

4. Pengembangan Perpustakaan ± Rp 337.000.000,-

5. Administrasi Sekolah ± Rp 256.000.000,-

6. Multimedia Pembelajaran ± Rp 210.000.000

7. Daya & Jasa± Rp 201.000.000,-

8. Pengembangan Profesi ± Rp 202.000.000,-

9. Ekstrakurikuler ± Rp 48.000.000,-

Menanggapi hal diatas, Haryono selaku Kepala SMAN 1 Seputih Raman, kabupaten Lampung Tengah, ketika dimintai keterangan (klarifikasi) / hak jawab melalui pesan whatsapps tidak merespon alias bungkam. Bagaimana kelanjutannya? nantikan hanya d www.akbar.news.

(Tim).

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *